• 3
  • 5
  • 2
  • 1
  • 4
  • 6

Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Kota Magelang dilaksanakan selama 2 (dua) hari yakni pada tanggal 16 s/d 17 Maret 2016 menjadikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan daerah/kota Magelang di Tahun 2017.

Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang tahun 2017 mengambil tempat di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Walikotadan diramaikan oleh pameran kegiatan dan produk-produk unggulan dari beberapa sekolah di kota magelang diantaranya: SD Mutual, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 9, SMAN 1, SMAN 4, SMKN 1, SMKN 2 dan SMKN 3 Kota Magelang, serta dari Perkumpulan Lansia.

Acara dibuka oleh Walikota Magelang Ir. H. Sigit Widyonindito dan dihadiri perwakilan dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD dan unsur Muspida Kota Magelang. Jajaran Pemerintahan Kota Magelang beserta tokoh masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir dalam acara. Keseluruhan acara diawali dengan paparan RKPD Kota Magelang Tahun 2017 oleh Kepala Bappeda Kota Magelang Ir. Joko Soeparno, MPL dan dilanjutkan sambutan oleh Bappeda Provinsi Jawa tengah serta Penyerahan Pokok-pokok Pikiran DPRD Kota Magelang oleh Ketua DPRD kepada Walikota.

Usulan Musrenbang RKPD Kota Magelang Tahun 2017 kepada Provinsi Jawa Tengah disampaikan dalam forum yang lebih tinggi di dalam Musrenbangwil yang akan diselenggarakan di Kabupaten Purworejo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH pada tanggal 6 April 2016.

Dalam epistemologi pembangunan daerah, salah satu kunci sukses pembangunan berada pada domain perencanaan.  Secara terminologi, perencanaan pembangunan merupakan suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu.

Memperhatikan thesa tersebut, nampaknya Pemerintah Kota Magelang sebagai salah satu stakeholder strategis dalam pengelolaan kota, terus concern dalam upaya menggapai kesejahteraan masyarakat. Melalui tahapan perencanaan baik jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan Kota Magelang secara kontinyu berimprovisasi dan menggalakkan inovasi dengan semakin terlibatnya partisipasi masyarakat mulai dari proses perencanaan pembangunan  hingga pelaksanaannya.

Bappeda Kota Magelang sebagai koordinator perencanaan pembangunan kota, telah menyiapkan agenda agenda penting penyusunan RKPD Tahun 2017. Dimulai persiapan sejak Desember 2015, peluit kick off penyusunan Perencanaan pembangunan daerah Kota Magelang tahun 2017 pun dimulai.(A/04012016)

Presentase penduduk miskin di Kota Magelang cenderung meningkat walaupun tercatat pada tahun 2013 mengalami penurunan mencapai 9,80% (sekitar 11.800 jiwa) angka tersebut nyatanya masih dibawah angka kemiskinan yang telah ditetapkan baik Provinsi maupun Nasional, hal tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah kota Magelang untuk melakukan upaya-upaya yang efektif untuk penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi permasalahan secara mendetail untuk dapat merumuskan langkah-langkah dan kebijakan yang efektif menanggulangi kemiskinan di Kota Magelang.

Download Laporan selengkapnya disini

Tepatnya pada tanggal 23 s/d 27 September 2015 bertempat di Atrium Paragon Mall Semarang, Fedep Kota Magelang mengikuti acara "PAMERAN PRODUK UNGGULAN KLASTER-UMKM TAHUN 2015". Acara ini adalah acara pameran tahunan yang difasilitasi oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah selaku ketua FPESD Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari diadakannya pameran ini adalah untuk mempromosikan potensi daerah dan produk unggulan UKM.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 Kab/Kota se-Jateng, beberapa Perbankan dan BUMN/BUMD. Bappeda Kota Magelang melalui Fedep pada kesempatan ini mengusung tema "Mainan Anak Tradisional" dengan memfasilitasi KUB Manunggal Jaya dan KUB Hasta Mandiri yang merupakan penghasil mainan anak tradisional. Selama ini mainan anak produksi dari kedua KUB tersebut sudah menembus pasar berbagai kota/ daerah disekitar Kota Magelang. Diharapkan dengan keikutsertaan kali ini dapat memperluas pangsa pasar dan menambah kreatifitas dari pelaku usaha dengan bertemunya buyer dari berbagai kalangan (langsung dengan konsumen) yang selama ini para pelau usaha tersebut hanya menerima pesanan dari pedagang.

Sekitar 445 produk mainan anak dengan berbagai macam jenis seperti : kuda jungkit, ayam-ayaman, aneka miniatur mobil, Topeng Kertas dll. Antusias masyarakat sangat baik terbukti dengan terjualnya produk sekitar 97% dari semua produk yang di promosikan,dan beberapa sekolahan maupun perorangan yang mengajak kerja sama sekaligus pesan produk. Diantaranya TK/SD Karang Turi Semarang pesan (APE) Alat Peraga Edukasi dan beberapa pesanan yang sifatnya perorangan.

Berbagai kegiatan pendukung dalam acara tersebut diantaranya Fashion Show dengan peserta pasangan dari PNS atau pegawai dari  Bappeda Kab/Kota masing-masing, dan diakhir acara ada penilaian kategori stand terbaik.

Harapan dengan adanya pameran tersebut agar bisa membantu promosi produk dari Klaster-UMKM, dari UMKM bisa menjadi berkembang dan maju.

Subcategories