Pemerintah Daerah Kota Magelang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang melaksanakan kegiatan Penyelarasan Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah. Kegiatan ini bertempat di ruang Pangripta Bappeda Kota Magelang dan direncanakan dilakanakan selama 2 (dua) hari (23-24 September 2021).

Selaian 11 (sebelas) OPD tersebut, dalam kegiatan ini dihadirkan juga tenaga ahli Walikota Magelang dan juga pendamping dari Universitas Brawijaya Malang. 

Selama 2 (dua) hari ini akan ada 11 (sebelas) OPD yang akan dihadirkan untuk memaparkan dokumen Renstranya. 11 (sebelas) OPD tersebut pada nantinya akan memaparkan dan diperiksa dokumen restranya oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

 

 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang melaksanakan rapat koordinasi Pembahasan Konsep Program Unggulan Walikota Terkait Program Pengelolaan Sampah Komprehensif Menuju Bebas Sampah/ Magelang Cinta Organik (Magelang Cantik) pada hari Selasa, 21 September 2021 di ruang Pangripta/ Aula Bappeda Kota Magelang. 

Peserta dari rapat koordinasi ini dari perwakilan OPD terkait dan dibuka serta dipimpin oleh kepala bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah pada Bappeda Kota Magelang. Salah satu tenaga ahli menyampaikan bahwa untuk permasalahan sampah yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk melakukan proses pemilahan. Tim ahli yang lain juga menyampaikan manfaat dari pengelolaan sampah belum terasa oleh masyarakat, peran serta kewilayahan dalam mendorong manyarakat di kelurahan, perlu identifikasi terkait apa2 yang perlu ditingkatkan, Perlunya membuat model pengeloaan sampah, Magelang cantik adalah bagaimana melakukan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah yang tepat untuk dikolaborasikan dengan urban farming, kekompakan dan kemauan warga untuk membangun habit yang baik dan rasa memiliki terhadap hasil-hasil pembangunan. 

Selama ini sudah ada kegiatan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah baik bank samapah maupun kampung organik. Kampung organik juga sudah mengolah sampah, namun perlu keberlanjutannya. Kedepannya perlu dipikirkan untuk menghidupkan kembali kampung organik. 

Catatn penting dari rapat koordinasi adalah perlunya pembelian hasil pupuk organik oleh OPD, perlu ada regulasi, tidak hanya olah masyarakat saja tetapi juga oleh semua OPD serta perlunya kajian terkait dengan regulasi tanah terlantar

Program Magelang Agamis (Programis) merupakan salah satu branding program unggulan walikota untuk mendukung pencapaian misi 1 Mewujudkan Masyarakat Yang Relijius, Berbudaya, Beradab, Toleran, Berlandaskan Imtaq. Maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang melaksanakan rapat koordinasi pada hari Selasa, 21 Spetember 2021 bertempat di ruang Sejuta Bunga. Dalam rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan OPD terkait. 

Program ini terdiri dari 2 program yaitu peningkatan peran rumah ibadah dan apresiasi untuk pembinaan keagamaan. Hal-hal yang didapat dari rapat koordinasi ini adalah untuk peningkatan peran rumah ibadah, terdapat 3 pelaksanaan kegiatan yaitu rehab rumah ibadah, kampung religi, dan Magelang Rumah Bencana. Sementara itu, apresiasi untuk pembinaan keagamaan akan dilaksanakan melalui kegiatan pemberian penghargaan/apresiasi untuk pembinaan keagamaan. Rehab rumah ibadah akan dilakukan melalui BAZNAS untuk agama Islam, sedangkan untuk non-Islam akan dilaksanakan melalui hibah/bansos. Koordinasi pembentukan kampung religi dilakukan oleh Bagian Kesra Setda. Kemudian untuk pembinaannya akan dilaksanakan oleh kecamatan/kelurahan. Dalam pembinaannya, kelurahan dapat melakukan koordinasi dengan FKUB dan atau Kemenag untuk pemberian pemahaman kepada masyarakat. Target pembentukan kampung religi untuk perubahan tahun 2021 sebanyak 3 kampung. Untuk target selanjutnya masih dalam pengkajian dan akan segera diinformasikan kepada kecamatan/kelurahan agar dapat dilakukan penyesuaian target terkait pembinaan kampung religi. “Magelang Rumah Bersama” diharapkan akan menjadi suatu rumah/bangunan yang dapat dimanfaatkan oleh semua umat beragama. Diharapkan, bangunan  ini dapat menjadi kantor sekretariat FKUB yang merupakan salah satu perwujudan kerukunan antar umat beragama. 

Terkait lokasi eks-PSC yang akan dibangun sebagai Rumah Budaya, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait pemanfaatannya.Pemberian penghargaan untuk pembinaan keagamaan untuk tahun 2022 sudah dianggarakan melalui hibah bansos, sesuai dengan rujukan dari provinsi. Anggaran yang diberikan dari Bagian Kesra Setda diberikan kepada pembina keagamaan yang belum tercakup oleh bantuan yang diberikan oleh Provinsi Jawa Tengah. Pembiayaan kedepannya akan dilakukan pengkajian ulang apakah akan diteruskan melalui hibah/bansos oleh Bagian Kesra Setda atau masuk dalam kegiatan pemberian penghargaan yang ada di OPD.

 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang mengadakan Konsultasi dengan Topik Pohon Kinerja oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (disingkat Kemenpan RB), pada hari Senin 20 September 2021 secara virtual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas ASN perencana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang.

Konsultasi ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 wib dengan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia ibu Astri dan ibu Kavita. Dalam kesempatan ini, narasumber menjelaskan tentang  bagaimana membuat logical framework visi-misi-tujuan-sasaran smp ke cascading siapa berbuat apa serta menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait hubungan RPJMD dan RENSTRA, bagaimana menentukan  peran OPD  dalam pencapaian target-target Walikota yang tertuang dalam visi- misi.

Subcategories