• akm15
  • kalikota
  • musren_kemiri
  • BAPPEDA KOTA MAGELANG
  • Sosialisasi Petunjuk Teknis Musrenbang Kecamatan-Kelurahan
  • sosialisasi sippd
  • kunker prabumulih
  • workshop
  • Hari Kartini
  • Ayo ke Magelang 2015
  • Mlaku-mlaku Tilik Kalikota
  • Pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Kemirirejo
  • Gedung BAPPEDA Kota Magelang
  • Sosialisasi Petunjuk Teknis Musrenbang Kelurahan-Kecamatan
  • Sosialisasi Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah terkait Musrenbang
  • Kunjungan Kerja dari Kota Prabumulih terkait Perencanaan Pembangunan
  • Membangun kohesivitas aparat perencana
  • Kunjungan Kerja Bappeda Kabupaten Batang
  • Penilaian APN Tahap II Tahun 2015
  • Hari Kartini 21 April 2015 Bappeda Magelang

BAPPEDA mendapat pencerahan.

Monoton dan rutin, adalah 2 kata yang sebaiknya kita hindari dalam kehidupan kita karena kehidupan selalu berubah dan bertumbuh setiap detiknya, demikian juga di lingkungan Bappeda Kota Magelang, Perencanaan Pembangunan haruslah dinamis mengikuti kebutuhan dan cita-cita serta visi masyarakat di Kota Magelang. 

Untuk menumbuh-kuatkan teknik dan pengetahuan dalam hal perencanaan pembangunan daerah bagi para personil Bappeda Kota Magelang maka pada hari Selasa, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 2016 telah dilaksanakan kegiatan yang bertajuk: Pencerahan tentang Perencanaan Pembangunan Daerah. Acara tersebut menghadirkan Ir. Sutrisno MES sebagai pembicara, beliau memaparkan secara mendalam paradigma perencanaan pembangunan dengan kisi-kisi yang dikemas dengan menarik dan disertai fakta-fakta penerapan perencanaan pembangunan dari berbagai daerah bahkan berbagai negara.

Satu hal yang dapat diekspresikan yaitu "luar biasa" karena personil Bappeda hari itu benar-benar memperoleh pencerahan yang membuka mata dan pikiran. Harapan kita bersama adalah supaya hasil dari kegiatan ini dapat mempertajam kemampuan tiap personil Bappeda dalam melaksanakan proses perencanaan pembangunan di Kota Magelang, untuk masyarakat Kota Magelang, saat ini dan saat yang akan datang. (Adm)

Pelatihan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)

Dalam rangka mendukung ekonomi lokal Kota Magelang, Bappeda Kota Magelang melalui Fedep pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2016 kembali memfasilitasi para pelaku ekonomi di Kota Magelang dalam mengembangkan softskill dalam bentuk pelatihan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) yang bertempat di ruang rapat lantai 2 Aula Adipura Kencana Kota Magelang. Adapun bentuk fasilitasi pelatihan-pelatihan tersebut dapat kami sampaikan sebagai berikut :

Pelatihan Pemasaran Online

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2016. Narasumber dari pelatihan ini adalah pengelola kampung blogger Kota Magelang yaitu Sumbodo Malik dan Wahyu Setyo Utomo dan peserta dari pelatihan ini adalah UKM Kota Magelang. Dalam pelatihan ini, narasumber menjelaskan bahwa kelebihan dari toko online daripada toko fisik selain murah juga luasan jangkauan pemasaran. Dalam mempromosikan produk, banyak hal yang bisa manfaatkan untuk membuat biaya promosi semakin efektif dan efisien. Selain karena minat dan kepercayaan masyarakat untuk belanja online yang semakin meningkat, ditunjang dengan perkembangan perangkat online dan akses internet yang semakin beragam dan murah, kita juga bisa menyesuaikan target pasar dengan produk yang kita jual.

Dalam menjalankan toko online, yang paling sederhana adalah memanfaatkan media sosial yang sudah akrab dengan manusia sehari-hari. Semisal facebook, twitter, path, instagram, dll. Jadi bisa dikatakan untuk saat ini modal untuk menjalankan toko online hanyalah akses internet dan smartphone.

Pelatihan Manajemen Usaha Pertanian

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 20 Oktober 2016 dengan narasumber Sutardi, A,Pi Widyaiswara dari BPSDM Pertanian Jawa Tengah dan peserta dari pelatihan ini adalah pelaku usaha pertanian di Kota Magelang. Dalam materinya narasumber mengajak peserta pelatihan untuk lebih mengerti tentang konsep perencanaan, manajemen serta mindset sebagai seorang pelaku usaha dan agar lebih bisa membidik peluang usaha yang ada. Perencanaan produk yang akan dihasilkan lebih dipentingkan dengan melihat peluang yang ada tanpa melupakan kondisi pasar yang ada. Selain hal tersebut diatas, sumber daya manusia juga penting. Dalam melakukan usaha sikap yang dihindari adalah ragu-ragu dalam mengawali dan sikap putus asa. (k@cang)