• 1
  • 4
  • 2
  • 5
  • 6
  • 3

Diinformasikan bahwa pada tanggal 25 Juni 2015 bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang pukul 09.00 wib sd. 16.00 wib Fedep Kota Magelang telah melaksanakan Pelatihan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) dengan tema Penguatan Kelembagaan Pelaku Usaha Perikanan. Pelatihan ini diikuti oleh 50 (lima puluh) orang anggota dari Masyarakat Perikanan Kota Magelang (MPKM).

Kegiatan ini dibuka oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang Ir. Joko Soeparno, MPL dan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang serta ketua Fedep Kota Magelang.

Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi. Sesi pertama adalah paparan tentang kelembagaan oleh Bp. Saptono sebagai narasumber dari Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) Perikanan Sembada Kabupaten Sleman. Dalam paparannya, narsumber mengemukakan pentingnya kelembagaan dalam satu organisasi dengan tujuan untuk maju bersama. Narasumber juga memaparkan tentang sejarah dan perjalan dari Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) Perikanan Sembada sampai berdiri hingga sekarang.

Sesi kedua dipandu oleh ibu Fuzna Marzuqoh, seorang motivator dari Kota Magelang. dalam paparannya, narasumber mengajak peserta untuk lebih meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi peningkatan teknologi dan pengetahuan dalam segala bidang.

Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Terpadu  (PBDT)  yang akan dilakukan tahun 2015, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Magelang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan “Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015” yang berlangsung pada tanggal 19 Mei 2015 di Aula Bappeda Kota Magelang. Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Walikota Magelang, Kepala Bappeda Kota Magelang serta perwakilan dari kelurahan, kecamatan, polresta, TKSK, PT Pos Indonesia, Bank Jateng serta unsur SKPD.Basis Data Terpadu (BDT) merupakan sebuah sistem basis data yang dapat digunakan untuk perencanaan program perlindungan sosial yang menyediakan nama dan alamat calon penerima bantuan sosial, baik rumah tangga, keluarga maupun individu berdasarkan pada kriteria-kriteria sosial-ekonomi yang ditetapkan oleh pelaksana program dan bertujuan memperbaiki kualitas penetapan sasaran program-program perlindungan sosial.

Dengan menggunakan data dari BDT, jumlah dan sasaran penerima manfaat program dapat dianalisis sejak awal perencanaan program. Hal ini akan membantu meminimalisasi kesalahan dalam penetapan sasaran program sosial.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang Dwi Agus Priyanto menyampaikan bahwa sebelum melakukan pemutakhiran data, BPS melakukan kegiatan sosialisasi agar dapat tercapai pemahaman yang sama dalam melakukan pemutakhiran data.

 Lebih lanjut Kepala BPS menjelaskan kegiatan PBDT akan dilaksanakan akhir bulan Mei sampai dengan Bulan Juni 2015. Pendataan ditempuh dengan tiga tahap tahap pertama yaitu Persiapan, tahap kedua Forum Konsultasi Publik (FKP)  dan tahap ketiga Pendataan Karateristik Rumah Tangga. BPS Kota Magelang juga akan mengolah kembali untuk dilakukan kategori peringkat kemiskinan yaitu warga sangat miskin, miskin dan hampir miskin.Pada tahap FKP akan dilibatkan berbagai unsur . “Penanggulangan kemiskinan perlu partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, maka peran Lurah, Camat, ketua RW dan RT serta tokoh masyarakat, sangat diperlukan untuk memberi informasi yang benar dan valid pada FKP agar tidak terjadi kesalahan data” kata Dwi Agus Priyanto.

Seperti kita ketahui selama ini data  yang dipakai untuk program penanggulangan kemiskinan masih menggunakan data BDT tahun 2011, sehingga data tersebut memiliki margin kesalahan yang tinggi karena adanya dinamika sosial selama 4 tahun terakhir ini. Misalnya perubahan status penduduk miskin menjadi tidak miskin, kematian, perpindahan penduduk dan lain lain.

Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo, S.Sos MM selaku ketua TKPKD Kota Magelang dalam sambutannya, mengatakan program Government to Person (G to P) dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) memerlukan data yang baik, sehingga untuk mendapatkan informasi kondisi terkini terkait kemiskinan di Indonesia pada umumnya dan di Kota Magelang pada khususnya, pemutakhiran data merupakan suatu keharusan karena nanti akan terintegrasi dengan program pemerintah tersebut. “Kita harus tepat  dalam mendata, agar data yang dihasilkan valid, akurat dan dapat digunakan sebagai alat dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah dalam  program penanggulangan kemiskinan. Dalam proses pendataan juga harus bebas dari intervensi dari pihak manapun termasuk intervensi politik, karena kesalahan data bisa berakibat perampasan hak orang miskin” kata Wakil Walikota.

 

(@hend_sby).

 

Fedep Kota Magelang kembali berpartisipasi dalam Indonesia City Expo 2015 yang telah dilaksanakan pada tanggal 6 sd. 10 Mei 2015, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Mabon. Pameran Indonesia City Expo 2015 digelar bertepatan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2015. Pameran Indonesia City Expo (ICE) 2015 ini dibukan secara resmi oleh gubernur Maluku Ir. Said Assagaff.

Dalam kesempatan ini, Fedep Kota Magelang bekerjasama dengan Kantor Penanaman Modal Kota Magelang selain mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan daerah Kota Magelang juga mempromosikan potensi potensi Kota Magelang. Produk unggulan daerah yang dibawa dan diperkenalkan disana meliputi berbagai macam makanan ringan dan batik khas Kota Magelang. Hasil yang didapat cukup memuaskan, terbukti produk dari ukm Kota Magelang baik makanan ringan maupun batik mendapat apresiasi yang baik dari warga Kota ambon pada umumnya.

Bappeda Kota Magelang menerima kunjungan kerja dari Bappeda Kab Pemalang pada Senin(20/4/2015). Kunjungan dimaksudkan dalam rangka studi banding penyusunan RKPD dan Anggaran Tahun 2016 serta seputar Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2015. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Bappeda Kabupaten Pemalang diterima langsung oleh Sekretaris Bappeda Kota Magelang, Drs. Bowo Adrianto, MT. Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kehadiran dimaksud. Acara dilanjutkan dengan paparan penyusunan RKPD dan anggaran Kota Magelang Tahun 2016 diikuti dengan diskusi/sharing pengalaman dan informasi seputar perencanaan pembangunan Kota Magelang dan Kab Pemalang serta perihal APN 2015.(tth) 

Subcategories