Dapat dilaporkan disini bahwa pada hari Selasa tanggal 25 Mei 2021, bertempat di ruang Mantyasih Bappeda Kota Magelang diadakan Rapat Koordinasi Persiapan Laporan Akhir Masterplan Kawasan Sidotopo. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah Iwan Triteny Setyadi, S.T., MT.

Dalam kesempatan ini perwakilan dari CV Wisanggeni menyampaikan laporan dan diskusi terkait pembangunan Kawasan Sidotopo, diantaranya:

  1. Untuk pembangunan menara air dari pihak PDAM meminta agar diletakkan di tempat yang lebih tinggi. Untuk tempat yang dihibahkan ke PDAM saat ini terlalu rendah. Perwakilan dari CV Wisangeni mengusulkan untuk diletakan di tengah bundaran.
  2. Pengadaan taman yang nantinya akan di buat di Kawasan Sidotopo akan diurus dan dirawat oleh DLH.
  3. Pembuatan kantor akan dibuat bertingkat dengan pengadaan basement yang digunakan sebagai tempat parkir.
  4. Menurut ITBX Kawasan Sidotopo untuk perkantoran tidak diperkenankan melebihi 50%.
  5. Gambaran untuk religius center nantinya terdapat 3 lantai yang mana pada lantai dasar akan digunakan sebagai tempat parkir, lantai 2 digunakan sebagai konter perpustakaan dari tiap-tiap agama, terdapat ruang baca bersama dan cafe juga, pada lantai 3 akan diperuntukan sebagai ruang pertemuan.

Bahwa dalam rangka pengentasan kemiskinan Kota Magelang, diperlukan program dan kegiatan yang efektif dan efisien untuk 5 tahun kedepan. Hal ini dikarenakan selama ini program-program yang sudah dilaksanakan masih banyak yang bersifat karitatif/ sosial. Untuk kedepan semakin membutuhkan pengentasan kemiskinan yang struktural yang bersifat pemberdayaan masyarakat.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut diatas, maka pada hari Selasa, 25 Mei 2021 bertempat di ruang Pangripta/ Aula Bappeda diadakan kegiatan diskusi cluster dengan tema "Penanganan Kemiskinan Kota Magelang Menuju Kota Maju, Sehat, Bahagia". Kegiatan ini dipimpin oleh plt. Kepala Bappeda Kota Magelang Handini Rahayu, ST, M.Eng dan dihadiri oleh perwakilan dari OPD terkait untuk lebih mengefektivkan program-program pengentasan kemiskinan untuk menjadi lebih menuju ke pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa Modal masyarakat yang berdaya tahun 2021 mulai penyusunan RKM memberikan merencanakan kebutuhan-kebutuhan sendiri kita siapkan masyarakat menggunakan masyarakat yang berdaya. Kemiskinan daya saing, kesehatan untuk menjadi strategis karena menjadi tulang punggung kedepan menuju masyarakat kota magelang yang maju sehat bahagia. Kepala OPD betul-betul bisa  membawa line dibawahnayakedepan untu menuju maju sehat bahagia.

Menurut plt Sekretaris Bappeda Kota Magelang yang juga kepala bidang Pemerintah dan Sosial Budaya Veronica Kartika Indrawati, S.Sos.,MA.,M.Ec.Dev untuk masa kedepan diperlukan untuk mengefektivkan forum -forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sehingga bantuan yang diberikan lebih kepada pemberdayaan masyarakat.

Dapat kami laporkan bahwa pada hari Kamis tanggal 20 Mei 2021 bertempat di ruang Pangripta/ Aula Bappeda Kota Magelang, telah dilaksanakan diskusi cluster dengan tema " Upaya Meningkatkan Daya Saing Daerah Kota Magelang". Dalam kegiatan ini turut diundang perwakilan dari OPD terkait dan para tenaga ahli. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan RPJMD Kota Magelang Tahun 2021 - 2026, dimana daya saing daerah merupakan salah satu prioritas dalam RPJMD. 

Diaharapkan dalam kegiatan ini dapat didapatkan langkah dan upaya dalam peningkatan daya saing daerah, sehingga tersusun program dan arah kebijakan.

Dalam paparannya, Oesman Raliby sebagai tenaga ahli menyampaikan pertanyaan kunci dalam peningkatan daya saing daerah Kota Magelang bahwa sekitar 7600-an UMKM beroperasi di Kota Magelang pada tahun 2021. Sekitar 97 persen dari total angkatan kerja saat ini bekerja di UMKM, sementara 99,9 persen dari semua bisnis di Indonesia adalah UMKM. UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari keseluruhan PDB Indonesia. Selain itu, juga diperlukan rekomendasi utama bagi pembuat kebijakan di Kota Magelang tentang bagaimana mendukung dan membina UMKM, khususnya terkait pelatihan, pengembangan keterampilan, berbagi pengetahuan, jaringan kolaboratif, dan kerangka aturan yang kuat serta bagaimana pembuat kebijakan dapat mempromosikan program pelatihan UMKM yang menciptakan pertumbuhan inklusif bersama dengan praktik lingkungan yang berkelanjutan.

 

 

Forum Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan untuk mengumpulkan saran dan masukan dari para pelaku usaha di Kota Magelang dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Magelang Tahun 2021-2026. Untuk Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Perluasan Pasar UMKM Terintegrasi dengan Daya Tarik Wisata” ini dilaksanakan pada hari Selasa, 13 April 2021 pkl. 13.00 - 15.00 wib dan bertempat di ruang Pangripta/ Aula Bappeda Kota Magelang. 

Dalam pelaksanaan FGD ini, terdapat beberapa permasalahan terkait UMKM, salah satunya adalah ketidak adanya klinik bisnis/ UMKM Center, dimana para UMKM dapat mendapatkan bimbingan dan memamerkan produk – produknya. Selain itu juga terdapat usulan untuk menghidupkan kembali showroom UMKM di Mudalrejo.

Diluar permasalahan tersebut diatas adalah bagaima cara agar UMKM dapat memanfaatkan adanya beberapa obyek wisata yang telah ada di Kota Magelang. Menanggapi hal tersebut, diperlukan langkah bersama dari OPD terkait.

Subcategories