Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen kuat, integrasi sistem, serta kolaborasi lintas sektoral yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Berbasis Data pada Aplikasi SMART Magelang" yang dihelat di Ruang Rapat Lantai 5 Rektorat Universitas Tidar (UNTIDAR), Senin, 26 Oktober 2026.   Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar ini mempertemukan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuannya jelas: mengkaji sejauh mana efektivitas penggunaan aplikasi SMART Magelang dalam mendongkrak Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

Bapperida Kota Magelang yang diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Didin Sepudin, S.Pd., M.T., menekankan pentingnya kesinambungan program untuk menjaga akuntabilitas kinerja. Menurutnya, menggandeng perguruan tinggi merupakan langkah strategis guna memecahkan berbagai tantangan pembangunan di Kota Magelang.   "Pentingnya akuntabilitas berbasis data dan pemanfaatan ekosistem smart government yang sudah ada di kota ini untuk perbaikan ke depannya. Sumbangsih dari OPD, mulai dari pengelolaan hingga hal-hal teknis, sangat dibutuhkan untuk mendorong sinergi agar kinerja kian terintegrasi dan valid.  

Kepala LPPM Universitas Tidar, Eny Boedi Orbawati, M.Si., menyampaikan bahwa kajian ini digagas untuk mengevaluasi efektivitas sistem digital yang ada. Pemerintah terus didorong memperkuat SAKIP, tidak sekadar pada tahap penyusunan dokumen, melainkan pada realisasi indikator, pemantauan evaluasi, hingga pengambilan keputusan.   "Melalui kajian ini, tim peneliti Universitas Tidar ingin memperoleh kajian empiris terkait pemanfaatan, pelaksanaan, serta aspek-aspek yang perlu diperkuat dari aplikasi SMART Magelang. Harapannya, hasil analisis kuantitatif dan kualitatif dari pengisian kuesioner oleh para OPD ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan.  

Menyongsong Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih BaikAcara yang dihadiri oleh jajaran akademisi UNTIDAR dan perwakilan OPD Pemkot Magelang  dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memecahkan persoalan perkotaan. Berbagai catatan kritis dan masukan konstruktif dari OPD dipastikan akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi mendalam.   Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pemanfaatan aplikasi SMART Magelang diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif belaka, melainkan bertransformasi menjadi instrumen strategis yang benar-benar hidup untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja berbasis data yang handal di Kota Magelang.