Pemerintah Kota Magelang Tawarkan Peluang Investasi "Segitiga Emas" di MASSIF 2026

Pemerintah Kota Magelang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi simpul ekonomi utama di Jawa Tengah. Melalui ajang Magelang Investment Business Forum (MASSIF) 2026 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Atria, Kamis (25/6/2026), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang memaparkan berbagai peluang strategis bagi para calon penanam modal.
Dalam paparannya yang bertajuk "Kota Magelang: Simpul Ekonomi Jawa Tengah Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan", Kepala Bapperida menekankan tren iklim investasi yang sangat positif di wilayahnya. Tren nilai investasi di Kota Magelang diproyeksikan terus melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp6,73 triliun pada tahun 2025.
Proyeksi ini didukung oleh indikator makro yang solid, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92%. "Kota Magelang memiliki nilai tambah dan keunggulan kompetitif yang kuat. Kami siap menjadi mitra investasi Anda melalui dukungan infrastruktur yang memadai, SDM berkualitas dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 82,92, serta jaminan regulasi pro-investasi." Fokus pengembangan investasi dalam lima tahun ke depan (2025-2029) akan dipusatkan pada "Kawasan Segitiga Emas".
Kawasan strategis ini mencakup Kawasan Aloon-Aloon sebagai ruang publik utama, Kawasan Kebun Raya Tidar sebagai destinasi penyangga ekologis dan pariwisata, serta Koridor Jalan Soekarno-Hatta sebagai pusat perdagangan dan pelayanan jasa. Selain itu, terdapat tujuh titik prioritas investasi unggulan yang siap dikembangkan, antara lain kawasan Sidotopo, Sport Center, Kebonpolo, dan Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark.
Sektor-sektor penyumbang utama perekonomian daerah yang sangat prospektif untuk digarap investor meliputi Industri Pengolahan (berkontribusi 16,31%), Konstruksi (15,99%), dan Perdagangan (14,20%). Peluang spesifik juga terbuka sangat lebar di sektor pariwisata terpadu (seperti heritage, wisata budaya, kuliner, dan MICE), fasilitas kesehatan modern(hospital tourism dan wellness center), hingga pengembangan ekonomi kreatif seperti startup digital dan creative hub. Untuk memikat dan mempermudah langkah para pemodal, Pemkot Magelang telah menggelar "karpet merah" perizinan.
Melalui layanan One Stop Service di Mal Pelayanan Publik (MPP) serta sistem digital terintegrasi (OSS dan SIPOINT), seluruh proses administrasi dipastikan berjalan cepat, transparan, dan mudah diakses. Berdasarkan implementasi Perda Kota Magelang Nomor 1 Tahun 2024 dan Perwal Nomor 40 Tahun 2024, para investor juga berkesempatan mendapatkan berbagai insentif fiskal, seperti pengurangan atau pembebasan pajak dan retribusi daerah, keringanan biaya retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga dukungan non-fiskal berupa fasilitasi lahan dan penyiapan tenaga kerja terampil.
Mengakhiri paparannya di hadapan para pemangku kepentingan dan pebisnis yang hadir, Kepala Bapperida memberikan pesan optimis. "Kami mengundang Anda semua untuk menjadi bagian dari pertumbuhan Kota Magelang. Investasi hari ini, tumbuh bersama Kota Magelang di masa depan."




